4 Makanan Tradisional Khas Bali Ini Yang Siap Menggoyang Lidah Anda

Oleh:   Laros Laros   |   5/10/2016 10:39:00 PM
Ayo, siapa yang punya hobi icip-icip makanan? Berwisata kuliner memang menjadi salah satu kegiatan seru yang tidak hanya bisa memanjakan lidah, tetapi juga dapat menambah wawasan tentang ragam kuliner yang telah diwariskan oleh leluhur kita. Nah, jika Anda suka pergi ke Bali, tak ada salahnya untuk mencoba makanan tradisional khas Pulau Dewata.

Rugi dong kalau liburan ke suatu daerah, ternyata ujung-ujungnya cuma makan fast food. Wah, sayang sekali ya rasanya! Jadi, agar liburan Anda terasa lebih seru, yuk coba makanan tradisional khas Bali yang anti-mainstream ini.

Eits, kali ini Laros tidak akan merekomendasikan menu ayam betutu, karena itu sudah terlalu mainstream. Untuk itu, yuk simak ulasan menarik berikut ini.

1. Rujak Kuah Pindang
Bagi Anda yang suka menu rujak, menu yang satu ini bisa dibilang sangat unik. Karena Anda tidak akan menemukan kuah gula merah yang kental atau taburan kacang di dalamnya. Rujak kuah pindang memiliki cita rasa yang agak berbeda dari kebanyakan rujak yang biasa ditemui di Pulau Jawa.


Rujak ini memiliki kuah yang encer dengan sensasi kaldu ikan yang cukup tajam di lidah. Bagi sebagian orang, kuah dari rujak ini mungkin memiliki kesan amis. Namun, rasanya tentu tak kalah nikmat dengan rujak gula merah yang biasa Anda makan di Jawa. Selain itu, daging buah yang digunakan untuk rujak ini juga dipotong super tipis. Tujuannya adalah agar rasa dari kuah rujak bisa meresap ke dalam daging buah.

2. Serombotan
Serombotan juga menjadi salah satu makanan tradisional khas Bali yang wajib Anda coba. Menu ini sebetulnya hampir mirip dengan urap-urap yang biasa ditemui di Pulau Jawa. Namun, rasa dari serombotan bisa dibilang lebih segar karena ditambahkan pula perasan air jeruk limau di atasnya.


Sementara itu, untuk isian dari serombotan sendiri, menu yang berasal dari daerah Klungkung ini biasanya berisi toge, kacang panjang, pare, kangkung, bayam dan jenis sayuran lainnya. Bagi Anda yang tidak kuat pedas, saat memesan menu ini, sebaiknya katakan pada penjualnya agar jangan menaruh terlalu banyak cabai di dalam bumbunya. Sebab, serombotan umumnya disajikan pedas.

3. Rujak Bulung
Dalam Bahasa Bali, bulung berarti rumput laut. Menu ini tentunya memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Selain kaya akan serat, rumput laut juga dapat membantu mendetoks tubuh dengan kandungan klorofilnya yang tinggi. Untuk membuat makanan tradisional ini, kita membutuhkan yang namanya Bulung Boni. Boni adalah jenis rumput laut yang biasa digunakan untuk membuat menu rujak unik ini.


Agar rasanya jadi lebih nikmat, rujak ini ditambah parutan kelapa yang sudah dibakar terlebih dulu. Lalu diberi parutan lengkuas dan bumbu yang sudah diulek. Terakhir, rujak ini diberi kuah pindang supaya rasanya semakin mantap.

4. Tipat Cantok
Saat berkunjung ke Bali, Anda wajib mencicipi menu unik yang namanya tipat cantok. Makanan tradisional ini sangat mudah ditemui di seluruh wilayah Bali. Bahkan, Anda bisa memilih tipat cantok versi warung sederhana atau hotel berbintang. Namun tentu saja, isian dan bumbunya sama saja. Hanya mungkin penyajiannya saja yang berbeda.


Dalam bahasa Bali, tipat memiliki arti ketupat, sementara cantok berarti diuleg atau dihaluskan. Untuk isiannya, tipat cantok biasanya memakai kacang panjang, tauge, dan kangkung. Agar rasanya semakin nikmat, sayur dan tipat yang sudah ditata di piring akan disiram dengan bumbu kacang. Hmmm … jadi lapar!

Kalau Anda berencana liburan ke Bali, jangan lewatkan empat menu unik di atas ya. Mereka semua sangat mudah ditemui di mana saja, baik itu di warung pinggir jalan atau pun hotel berkelas di Bali. Mari perkara wawasan kuliner kita dengan rajin mencicipi makanan tradisional khas kedaerahan. Kalau bukan kita yang menjaga warisan kuliner leluhur, lalu siapa lagi!

Tampilkan Komentar