Budaya Balapan Sapi di Sawah Berlumpur

Oleh:   Cafe Wisata Cafe Wisata   |   5/20/2016 11:35:00 PM
Kamu tahu Karapan Sapi yang ada di Madura, kan? Tahu Makepung, balapan kerbau yang ada di Bali? Sumatera Barat juga punya, yang sepertinya belum sepopuler Karapan Sapi dan Makepung, namanya Pacu Jawi. Kenapa ada macam-macam balapan serupa ini, ya? Mungkin karena Indonesia negara agraris, masyarakatnya sering menggunakan sapi dan kerbau untuk membajak sawah. Pas lagi enggak membajak sawah, sapi pun dijadikan bagian dari seru-seruan para petani. Nah, kali ini kita bahas Pacu Jawi, ya!


Pacu Jawi adalah budaya masyarakat Batusangkar dan sekitarnya di Kabupaten Tanah Datar. Sekitar 11 dari total 12 bulan per tahun, setiap hari Sabtu diadakan Pacu Jawi. Lokasinya bergiliran dari desa ke desa, tapi tidak pernah keluar dari Batusangkar. Dulunya, Pacu Jawi diadakan setelah masa panen, agar petani bisa mengisi waktu luang sebelum menanam padi lagi. Sekarang, sih, sudah bukan pengisi waktu luang. Para pemilik sapi serius banget merawat sapi mereka demi memenangkan pacuan. Bahkan, mereka menyewa joki.

Sapi - sapi nunggu giliran balapan
joki dan perlengkapannya
Joki mulai membujuk sapi
Dilihat sekilas, Pacu Jawi tampak seru dan beringas. Bayangkan, dua-tiga pasang sapi berlari sekencang-kencangnya di petak sawah yang penuh lumpur, dengan joki yang berdiri di belakang sapi di atas kayu yang disangkutkan ke punuk sapi, sekuat tenaga dan penuh strategi ‘menyetir’ sapi agar mencapai garis finish paling dulu. Sering kali joki terseok dan terjerembab di lumpur jika sapi-sapinya berlari terlalu renggang antar satu sama lain. Bahkan sesekali ada yang celananya sampai melorot.

Joki dan sapi mulai beraksi
Pacu Jawi jadi semacam pesta rakyat
Tapi, ada lagi yang lebih gila. Kamu tahu bagaimana joki membuat sapi berlari? Mereka menggigit ujung ekor salah satu sapi! Sapi yang digigit ekornya panik sehingga ngegas berlari, dan sapi satunya mau tak mau ikut berlari karena mereka terikat satu sama lain. Nah, tugas joki selanjutnya adalah mengarahkan sapi-sapi untuk berlari lurus. Sesekali ada yang berlari keluar dari arena, ke arah jajaran penonton! Kalau begini, penonton harus sigap berlari menyelamatkan diri.

Kopi Kawa

Pacu Jawi selalu diadakan pada siang hari, dimulai setelah waktu zuhur. Di sekitar arena pacu banyak kios makanan, jadi kamu mencicipi makanan khas Minangkabau yang pedas dan gurih, serta Kopi Kawa yang dibuat dari daun kopi. Belum begitu banyak wisatawan umum yang datang ke Batusangkar khusus untuk menikmati serunya aksi sapi-sapi ini, sedangkan fotografer tak jarang datang dengan lensa tele mereka.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat :)

Tampilkan Komentar