Kapurung Makanan Khas Masamba - Palopo Sulawesi Selatan

Oleh:   Cafe Wisata Cafe Wisata   |   5/18/2016 10:18:00 PM
BAGI masyarakat di Luwu Raya, siapa yang tidak kenal dengan kuliner satu ini, kapurung. Makanan khas yang diolah dengan bahan dasar sagu ini menjadi kegemaran bagi masyarakat setempat. Namun, tahukah anda, di dua daerah yang berdekatan yakni Kota Palopo atau Wilayah Selatan dan Masamba, Luwu Utara wilayah utara memiliki cara masing-masing dalam menyajikan makanan khasnya.
 

Pedas, asam, dan nikmat menjadi karakter dari kapurung yang berasal dari Palopo dan Masamba. Yang berbeda yakni dalam hal penyajian sehingga membuat cita rasa dari dua makanan serumpun ini menjadi begitu berbeda. Sehingga kedua sajian khas Luwu raya ini lazim di sebut dengan kapurung utara dan kapurung selatan.

Kapurung Palopo atau kapurung selatan wujudnya sudah lazim dirasakan oleh warga Sulawesi Selatan. Di Makassar sendiri sebagai ibukota Provensi, umumnya makanan kapurung dijual dengan karakter dari selatan.
 

Rebusan kacang panjang, bayam, jantung pisang, dan terong, disatukan. Sama halnya dengan cacahan daging ayam, ikan dan udang juga dicampur menjadi satu. Campuran semua bahan tersebut kedalam satu wadah justru semakin menggoda untuk menikmati dan mengetahui kelezatan kapurung selatan tersebut.

Bedanya kapurung Masamba dengan kapurung Palopo adalah di cara penyajiannya. Kapurung Masamba atau kapurung utara, adonan sagu yang disiram dengan air mendidih yang kemudian di buat berbentuk bola bola (dui), ditempatkan terpisah dengan sayur dan lauknya.

Rebusan kacang panjang, bayam, kangkung, jantung pisang, dan terong, yang pada kapurung selatan di campur dalam satu wadah justru pada kapurung utara ditempatkan dalam wadah terpisah. Bahkan campuran seperti cacahan daging ayan, ikan dan ekor udang juga ditempatkan terpisah,  sehingga pada saat ingin menikmati kapurung utara, kita harus mencapur sendiri bahan bahan termasuk sayur dan cacahan daging atau ikan.

Namun meskipun terpisah dalam penyajiannya, tetapi aromanya sungguh menggoda, yaitu aroma khas kaldu ikan yang di masak dengan campuran asam cempa.

Ciri khusus yang dapat membedakan kapurung selatan dengan utara selain penyajiannya adalah kapurung selatan selalu mengikutkan buah asam Patikala pada campuran kapurungnya, yang berbaur menjadi satu yang kadang di nikmati dengan ikan bakar atau ikan parede.

Di beberapa kabupaten yang ada dalam wilayah Luwu Raya, umumnya justru memadukan ke dua racikan kapurung tersebut, dengan menambahkan beberapa campuran seperti kacang, atau daun kacang.

Kapurung sebagai makanan khas Luwu raya bukan lagi makanan daerah yang hanya di nikmati pada acara acara keluarga, namun pada acara acara khusus yang sifatnya formal kapurung bahkan menjadi makanan khusus, yang memang sengaja disajikan.

Pada acara formal justru kapurung selatan yang lebih sering tersaji, mungkin karena kemudahan dalam penyajiannya dan rasanya yang bercampur sehingga sebahagian masyarakat lebih memilih untuk menyajikan kapurung selatan.
 

Kapurung yang di sajikan dengan air kuah yang melimpah sehingga orang orang Luwu menyebutkan bahwa kapurung itu bukan di makan tapi diminum, karena pada proses menikmati kapurung memang tidak ada kunyah mengunyah namun bola bola sagu langsung di telan. Meskipun pada dasarnya lauk campurannya kapurung harus di kunyah.

Bukan hanya perbedaan penyajian kapurung yang membedakan antara kapurung Utara dan selatan, namun pada penyebutan nama kapurung  sendiri ada perbedaan, dimana untuk masyarakat Luwu bagian utara menyebutnya PUGALU, sedangkan Luwu Selatan menyebutnya BUGALU.

Soal penyebutan dan cara penyajian bukan masalah untuk menikmati kapurung, namun menurut sebagian orang Luwu, bahwa tidak sah seseorang jika menginjakkan kaki  di Tana Luwu kalau belum menikmati dua jenis kapurung yang menjadi makanan Khas Luwu Raya.

Oh ya, sekedar info, jangan sekali kali menikmati kapurung sambil tertawa, karena anda bisa saja tersedak oleh bola bola kapurung… terbayang kan tersedak kapurung apalagi kalau kapurung itu ternyata kapurung pedas.

Kapurung juga kadang di jadikan sebagai pengobat rindu bagi orang orang luwu yang merantau keluar daerah, dimana untuk mengobati kerinduan pada kampong halaman, cukup dengan membuat kapurung yang dinikmati bersama keluarga maka kerinduan itu akan terobati.

So, Selamat Menikmati………………..

Tampilkan Komentar