Kuliner di Pasar Beringharjo - Yogyakarta ini Sungguh Menggiurkan

Oleh:   Cafe Wisata Cafe Wisata   |   5/23/2016 01:35:00 AM
Banyak yang menyebutkan, Pasar Beringharjo sebagai pasar tradisional terindah di Jawa. Pasar terbesar dan tertua di Yogyakarta ini juga menyediakan hampir apapun keinginan pengunjungnya, termasuk salah satunya makanan khas Yogya.

Hmm, kira-kira, makanan apa yang perlu kamu santap di pasar ini sebelum pingsan karena heboh belanja yaa?

1. Sate Kere ala Ibu Suwarni
Kenapa disebut sate kere? Karena sate ini terdiri dari gajih sapi pilihan dan kulit ayam yang dibumbui rempah kemudian dibakar dan disajikan dengan kecap manis. 

Sate Kere ala Ibu Suwarni
Sate kere ini sudah mengundang pembelinya dari bau asapnya yang luar biasa nikmat. Ketika disantap, kamu akan menemui rasa yang manis dan gurih. Mau tahu cara mencarinya? Kalau kamu berada di sisi selatan Pasar Beringharjo, ikuti bau menyengat dari asap satenya.

2. Gudeg Pasar Beringharjo
Kata orang, nggak afdol kalau sudah ke Yogya tapi nggak makan gudeg. Berbahan dasar nangka yang direbus lama, jangan kaget kalau kamu akan menemui rasa makanan ini manis dan bikin kangen. 
Gudeg Pasar Beringharjo
Jadi wajib hukumnya kalau kamu mampir di pasar Beringharjo dan makan gudeg yang berada di depan pasarnya.

3. Soto Pithes Bu Sutri Riwet
Soto ini agak anti-mainstream dibandingkan soto lainnya. Kuah sotonya mengandung gula jawa, jadi ada rasa-rasa manisnya. Soto ini juga dilengkapi dengan nasi, lauk daging dan taoge panjang. Uniknya, ketika akan disajikan, ibu penjualnya akan bertanya mau pedas atau tidak. 
Soto Pithes Bu Sutri Riwet
 Jika iya, bu Sutri akan melumat (pithes) cabai rawit merah di bibir mangkuk. Mau satu cabai atau lebih, itu tergantung selera. Lokasi soto pithes Bu Sutri ini terletak di los Pasar Beringharjo paling timur, dekat los bahan untuk jamu.

4. Warung Empal Bu Warno
Untuk menemukan warung Bu Warno, kamu butuh perjuangan berat. Kamu harus blusukan di sisi timur pasar, kemudian naik ke lantai dua untuk menemukan warung empal Bu Warno. 

Warung Empal Bu Warno
Sampai di sini, jangan pesan cuma satu porsi lho ya, rugi! Empal Bu Warno ini rasanya gurih dan lezat, serta teksturnya super lembut di lidah. Belum lagi kalau dinikmati dengan sambalnya, super nikmat deh.

5. Pecel Lontong Mbak Sri Cilik
Untuk menemui pecel ini, kamu cukup mencarinya di depan pintu gerbang Pasar Beringharjo. Pecel mbak Sri ini menggunakan tiga macam sayur, yaitu daun pepaya, bayam, hingga daun turi. 

Pecel Lontong Mbak Sri Cilik
Kalau biasanya pecel dinikmati dengan nasi, pecel mbak Sri ini bisa kamu nikmati dengan lontong dan bakmie. Untuk lauk tambahannya, kamu bisa menikmati pecel ini dengan berbagai macam sate dan baceman.

6. Sup Kembang Waru Beringharjo
Makanan ini biasa disuguhkan ketika ada acara pengantin di Yogyakarta. Sesungguhnya tidak banyak sup ini dijual di luar acara tersebut. 

Sup Kembang Waru Beringharjo
Tapi beruntunglah kamu bisa menikmati sup ini di lantai dua bagian tengah bangunan di food court Pasar Beringharjo. Tidak cuma makanan yang bisa kamu coba di dalam Pasar Beringharjo, tapi juga jajanannya lho!

7. Kue Mata Kebo
Kue ini hampir sama seperti bentuk kue mendhut atau kue putri mandi. Kue ini terbuat dari tepung ketang yang berisi parutan kelapa bercampur gula merah, 

Kue Mata Kebo
kemudian disiram dengan adonan putih yang terbuat dari tepung beras. Rasanya? Kenyal-kenyal tapi manis.

8. Roti Kolomben
Pernah dengar roti ini? Bentuk dari dari roti ini hampir mirip seperti cakwe, tapi pori-porinya lebih sempit. Meski terlihat besar dan mengembang, roti ini ringan dan tidak padat. 

Roti Kolomben
Menurut cerita orang Yogya, roti ini merupakan roti yang sering dimakan oleh para kaum menengah ke bawah.

9. Bakmi Pentil
Eiittss, jangan berpikiran kotor dulu lho ya. Bakmi ini disebut bakmi pentil karena bentuknya mirip dengan pentil sepeda jaman dulu. Rasa dari bakmi ini cukup asin, 

Bakmi Pentil
sehingga untuk menikmatinya perlu kamu campur dengan sambal terlebih dahulu.

10. Bolu Emprit
Salah besar kalau kamu membayangkan kue ini bakal empuk, yang ada malah keras. Sekilas bentuk kue ini mirip dengan biskuit bayi dan rasanya juga manis sekali. 

Bolu Emprit
Meski begitu, kalau kue ini masuk ke lidah rasanya langsung meleleh seperti kue semprit. Enak banget bukan?

11. Gembili, Kempul, Uwi dan Suwek
Heran dengar namanya? Ini merupakan golongan umbi-umbian yang jarang dikenal orang. 

Gembili, Kempul, Uwi dan Suwek
Warnanya pun berwarna-warna, yaitu warna cokelat, pink dan kuning.

12. Biskuit Jahe
Biskuit ini rasanya nendang banget begitu masuk di mulut. Iya, maksudnya nendang itu sensasi jahenya. Jadi biskuit ini pantas sekali kalau kamu nikmati dengan susu hangat. 

Biskuit Jahe
Namun sayang sekali, biskuit ini sudah semakin sulit ditemukan di dalam Pasar Beringharjo.

13. Kethak Manis
Sebenarnya ada beberapa versi jajanan kethak, yaitu pedas, asin dan manis. Namun di Jogja, kamu akan banyak menemukan versi kethak manis. Bahan baku kethak ini dibuat dari ampas kelapa yang sudah diambil minyaknya.

Kethak Manis
Nah kalau kamu membuka daun pisang bungkusan kethak manis ini, jangan kaget sama bau tengiknya. Meski begitu, rasanya tetap manis-manis menggetarkan kok.

14. Blondho

Ini merupakan salah satu jajanan yang sekaligus bisa dijadikan campuran masakan. Bahan blondho ini diambil dari bahan yang sama dengan kethak, yaitu ampas kelapa. 

Blondho
Katanya orang Yogya, kamu laki-laki sejati kalau berani nyemil makanan ini. Konon katanya, blondho ini sering dipakai sebagai bahan campuran kuah gudeg yang kental.

15. Growol
Sekilas bentuk jajanan growol ini cantik dilihat. Namun bentuknya yang cantik ini ternyata tidak seramah rasanya. Ketika dicium, aromanya lebih tengik dari kethak dan blondho. 

Growol
Ketika dirasakan, teksturnya seolah berpasir. Kalau penasaran gimana rasanya, langsung deh dicoba.

Nah, kalau sudah kenyang dengan semua makanan dan jajanan di Pasar Beringharjo, siap deh untuk belanja batik. Fyi, batik di dalam Pasar Beringharjo ini harganya berkisar sekitar 60ribu-an lho! Yuk diserbu!

Tampilkan Komentar