Wisata Gunung Bromo Jadi Idola Baru Turis Mancanegara

Oleh:   Cafe Wisata Cafe Wisata   |   5/26/2016 08:53:00 PM
Gunung Bromo merupakan salah satu obejek wisata indonesia yang sangat luar biasa indah dan sudah terkenal di mancanegara. Meskipun berstatus gunung yang masih aktive, namun tak menghalangi wisatawan untuk datang setiap harinya ke gunung yang keelokannya sudah tidak diragukan lagi. Gunung Bromo sendiri berada di perbatasan empat kabupaten yaitu Malang, Lumajang, Pasuruan dan Probolinggo. Gunung yang memiliki ketinggian 2392 mdpl ini bisa menghipnotis setiap wisatawan dengan kemegehannya. memang jika dilihat dari segi fisik, gunung Bromo masih kalah dengan gunung - gunung lain yang berada di sekitarnya seperti gunung Mahameru, gunung Arjuna dan gunung - gunung lainnya. namun hamparan pasir yang terbentang luas membuat gunung yang satu ini terlihat megah, konon gunung Bromo dulunya merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa sebelum terjadi letusan besar yang menjadikannya seperti sekarang ini.


Gunung Bromo masuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), jadi anda juga bisa menikmati wisata lainnya seperti air terjun Madakaripura, Gunung Semeru, Ranukumbolo, dan lain - lainnya. Nama Gunung Bromo sendiri berasal dari kata Brahma yang merupakan salah satu dewa yang diyakini oleh masyarakat hindu, masyarakat yang tinggal di sekitar gunung merupakan Suku Tengger yang mayoritasnya memeluk agama Hindu. Maka tak heran jika anda berkunjung ke gunung Bromo anda akan meilhat pura yang berada di dekat kawah.

Untuk bisa menikmati keindahan gunung Bromo terdapat banyak point, namun biasanya para wisatasawan pergi ke View Point terlebih dahulu agar bisa menikmati sunrise dari ketinggian. Selain View Point ada lima tempat yang bisa wisatawan gunakan untuk melihat keindahan gunung Bromo dari puncak bukit, kelima tempat tersebut yaitu Penanjakan 1, Sruni Point, Bukit Cinta, Bukit Kingkong dan Puncak B29. Tetapi untuk puncak B29 jaraknya lumayan jauh dari ke empat bukit lainnya, dan B29 sendiri masih tergolong baru dan masih dalam tahap pengembangan untuk dijadikan View Point.

Sejarah Gunung Bromo

Sejarag gunung Bromo dan masyarakat suku Tengger tidak lepas dari Legenda Joko Seger dan Roro Anteng, legenda ini berkembang turun - temurun dan masih dipercaya hingga sekarang. Konon legenda ini merupakan legenda asal - usul suku Tengger, terbentuknya kawah gunung Bromo, gunung Batok dan lautan pasir yang mengelilingi kaldera gunung Bromo. Dan berikut ini sejarah singkatnya.

Konon pada jaman dahulu ketika kerajaan majapahit sedang di kepung oleh para musuhnya, penduduk pribumi kebingungan untuk mencari tempat tinggal dan akhirnya mereka memutuskan untuk mencari tempat tinggal baru. Mereka terpisah menjadi dua bagian, bagian pertama menuju ke gunung Bromo sedangkan bagian kedua ke pulau Bali. Kedua tempat ini memiliki kesamaan, yaitu sama - sama menganut agama Hindu. Gunung Bromo sendiri merukan gunung yang suci bagi penganut agama hindu pada saat itu, hingga akhirnya mereka menyebutnya Gunung Brahma kemudian orang Jawa menyebutnya gunung Bromo.

Disuatu ketika, istri seorang Brahmana atau Pandhita baru saja melahirkan seorang putra yang fisiknya sangat segar dan tangisannya sangat keras, dia pun menamai anak tersebut Joko Seger. Di lain tempat, tepatnya di sekitar gunung Penanjakan juga lahir seorang bayi perempuan titisan dewa, disaat lahir bayi ini tidak mengeluarkan tangisan seperti bayi pada umumnya, dia tenang dan oleh orang tuanya bayi tersebut dinamakan Rara Anteng.

Hari demi hari Rara Anteng tumbuh dewasa dan kecantikannya semakin terlihat, diapun menjadi perempuan paling cantik di wilayah tersebut hingga akhirnya namanya terkenal di berbagai tempat. Banyak putera raja yang melamarnya namun oleh Rara Anteng ditolak semua karena cintanya hanya untuk Joko Seger.

Pada suatu hari Rara Anteng dilamar oleh seseorang kriminal yang sangat sakti, sadar akan kesaktiannya Rara Anteng pun tidak langsung menolaknya agar kriminal tersebut tidak menimbulkan rasa benci padanya, Rara Anteng pun memberikan syarat berupa permintaan dibuatkan sebuah laut yang ditengah - tengahnya terdapat sebuah gunung dan pengerjaannya hanya dilakukan satu malam saja. Syarat itu pun disanggupi oleh orang sakti tersebut.

Pelamar sakti tersebut pun memulau pekerjaannya, dia menggunakan tempurung (Batok kelapa) dan bantuan jin agar pekerjaannya cepat selesai, melihat pekerjaan pelamar yang hampir selesai Rara Anteng pun gelisah, hingga timbullah rasa untuk menggagalkan pekerjaannya. Dia pun menumbuk padi untuk membangunkan ayam, ayan pun berkokok dan membuat hari seolah menjelang pagi. Melihat kejadian tersebut, sang pelamar pun terkejut dan marah karena pekerjaannya belum selesai hingga akhirnya dilemparkanlah tempurung tersebut di sekitar gunung Bromo dan berubah menjadi sebuah gunung yang sekarang dinamakan Gunung Batok.

Rara Anteng pun lega dan menikahlah dia dengan Joko Seger. Setelah bertahun - tahun menikah, pasangan ini merasa ada yang janggal di hati karena tidak memiliki keturunan, Joko Seger pun memutuskan untuk bersemedi di puncak gunung Bromo untuk berdoa kepada sang dewa agar dikaruniai momongan. Dikabulkanlah permintaan Joko Seger namun dengan satu syarat yaitu anak terakhirnya harus dikorbankan ke Gunung Bromo dan Joko Seger pun menyanggupinya. Namun hingga anak terakhir lahir, Joko Seger dan Roro Anteng ingkar dengan janjinya kepada dewa. Merasa diingkari, dewa pun murka hingga akhirnya ditimpakan lah sebuah bencana besar yang menelan korban anak bungsu Joko Seger dan Roro Anteng. Disaat itu terdengar suara ghaib yang memerintahkan masyarakat sekitar untuk menyediakan sesaji di setiap hari ke 14 bulan kasada yang hingga saat ini masyarakat tengger masih melaksanakan upacara Kasada.

Untuk menikmati keindahan gunung Bromo terdapat banyak jalur yang bisa anda lewati, hal ini dikarenakan gunung ini berada di perbatasan empat kabupaten. Berikut ini rute yang bisa anda lewati :
Rute dari Malang:
Untuk rute yang dari Malang, pertama - tama anda harus menuju ke kecamatan Tumpang - kab Malang -> desa Bulak Klakah -> Jemplang -> kemudian padang savana Bromo.

Rute dari Pasuruan:
Untuk rute yang dari Pasuruan, pertama - tama anda harus menuju ke kecamatan Wonorejo-> kecamatan Warung Dowo -> Kecamatan Tosari -> Desa Wonokriti lalu kemudian dilanjutkan dengan melewati penanjakan Gunung Bromo

Rute dari Lumajang:
Untuk rute yang dari Lumajang, pertama - tama anda harus menuju ke Kecamatan Senduro -> desa Ranu Pane dan menuju bukit kawasan wisata gunung Bromo, dari sini anda sudah bisa melihat bromo dari kejauhan.

Rute dari Probolinggo:
Untuk rute yang dari Probolinggo, pertama - tama anda harus menuju ke pertigaan kecamatan Tongas -> Kecamatan Lumbang -> Kecamatan Sukapura -> Desa Wisata Cemoro Lawang dan disinilah pintu untuk masuk ke kawasan gunung Bromo.

Rute dari probolinggo merupakan salah satu rute favorite para wisatawan karena lewat rute ini anda akan disuguhkan pemandangan yang bagus, selain itu anda juga bisa menikmati wisata lainnya yaitu Air Terjun Madakaripura.
Rute dari Luar Pulau Jawa :

Rute dari Denpasar  - Bali
Untuk rute yang dari Denpasar - Bali, pertama - tama anda harus cari bus jurusan Banyuwangi biasanya pemberangkatan bus dari Denpasar ada di Terminal Ubung setelah anda naik bus jurusan Banyuwangi lalu turun lah di pelabuhan Ketapang Banyuwangi lalu anda naik ojek ke terminal Kapuran Banyuwangi (lokasi terminal tidak jauh dari pelabuhan ketapang arahnya ke utara) lalu anda naik bus dari terminal tersebut lalu turun di terminal Probolinggo  setelah itu anda harus (bisa naik ojek, angkutan umum, atau taxi) menuju ke pertigaan kecamatan Tongas -> Kecamatan Lumbang -> Kecamatan Sukapura -> Desa Wisata Cemoro Lawang dan disinilah pintu untuk masuk ke kawasan gunung Bromo.

Spot Terbaik untuk Foto
Berwisata ke Bromo tak lengkap rasanya jika tak mengabadikan moment dengan berfoto, setiap sudut dari gunung ini memiliki keindahan yang unik, tak heran jika banyak artist atau perusahaan yang mengambil video disini untuk memperkenalkan produknya. Salah satu artist yang pernah membuat video clip disini adalah Judika dengan sang istri Duma Riris. Berikut ini beberapa spot rekomendasi dari asliindonesia untuk mendapatkan foto terbaik :


Spot ini merupakan salah satu tempat favorit bagi wisatawan untuk menikmati keindahan Bromo, disini wisatawan juga bisa menikmati sunrise. Dengan latar belakang gunung Batok, kawah gunung Bromo, lautan pasir serta puncak Mahameru ditambah dengan suasana sunrise, wisatawan akan mendapatkan foto yang bagus.

Bukit Teletubis

Jika anda pernah melihat serial Tv anak - anak Teletubis, anda pasti akan terbayang dengan padang rumput yang sangat luas disertai dengan bukit. Disini anda juga bisa menikmati suasana seperti itu namun bedanya di Bukit Teletubis Bromo ini lebih eksotik, disini juga terdapat banyak tanaman yang semakin membuat foto anda terlihat keren.

Kawah Gunung Bromo

Kawah Gunun ini meruapakan destinasi kedua wisatawan saat berwisata di Bromo, wisatawan harus berjalan kaki atau menaiki kuda dan dilanjutkan dengan menaiki 250 anak tangga. Pemandangan diatas kawah tak kalah eloknya dengan spot - spot lainnya, dengan pemandangan gunung batok yang membentuk garis - garis terjal serta asap kawah.

Lautan Pasir (Pasir Berbisik)

Spot yang satu ini juga menjadi tempat favorit bagi wisatawan, disini wisatawan akan mendengar suara - suara yang ditimbulkan oleh angin. Hamparan pasir yang terbentang luas membentuk garis - garis yang indah ini juga bisa membuat foto kamu terlihat keren. Spot ini pernah dijadikan lokasi shooting yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo.

Tips Berwisata ke Gunung Bromo

Untuk berwisata ke gunung Bromo dibutuhkan persiapan yang baik agar mendapatkan hasil yang diinginkan serta kepuasan pribadi. Maka dari itu asliindonesia memberikan sedikit tips yang bisa digunakan oleh wisatawan agar nantinya perjalanan anda bisa menyenangkan. Berikut ini Tipsnya :

Pilih Waktu yang Tepat
Mengunjungi gunung Bromo dibutuhkan waktu yang tepat agar bisa mendapatkan pemandangan terbaik. Jika anda datang saat musim hujan, anda akan mendapatkan keindahan padang savana yang hijau dan tumbuhan yang tumbuh segar namun kekurangannya adalah anda bisa jadi tidak bisa mendapatkan sunrise dikarenakan kabut yang tebal menyelimuti kawasan Bromo. Dan jika anda datang disaat musim kemarau anda akan mendapatkan keindahan sunrise, namun padang savananya terlihat menguning dikarenakan kekurangan siraman air. Tinggal anda tentukan saja memilih datang di musim apa.

Pakailah Pakaian yang Tebal
Jika anda ingin melihat keindahan sunrise Bromo anda harus datang saat dini hari, namun suhu pada saat dini hari sangatlah menusuk hingga ke tulang. Maka dari itu dibutuhkan pakaian yang tebal agar tubuh anda tetap hangat dan tidak terasa kedinginan saat dini hari.
Itulah sedikit ulasan dari asliindonesia tentang wisata bromo semoga bisa bermanfaat untuk kita semua.

Tampilkan Komentar